Warna-Warni dalam Seni & Desain
Warna merupakan elemen fundamental yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, baik dalam ranah teknologi, filsafat, maupun seni. Kehadirannya sebagai spektrum cahaya (aditif) dan pigmen material (subtraktif) menunjukkan bahwa warna beroperasi pada berbagai level visual dan material. Selain itu, warna memuat simbol, emosi, dan makna sehingga menjadi medium penting dalam psikologi warna. Semua aspek ini menjadikan warna sebagai dasar harmoni visual, karena pemahaman tentang makna dan sifat warna akan memengaruhi bagaimana suatu komposisi dapat tampil selaras.
Dalam seni visual, warna
berfungsi sebagai penanda identitas, suasana, dan karakterisasi waktu. Suhu
warna seperti biru yang menimbulkan kesan dingin atau merah yang menghadirkan
kesan panas menunjukkan bagaimana warna membangun atmosfer visual dalam sebuah
karya. Ketika unsur-unsur ini dikomposisikan dalam satu bingkai, harmoni visual
muncul dari keseimbangan antara dominasi dan subordinasi warna. Kombinasi warna
aditif dan subtraktif pun digunakan untuk menjaga keteraturan visual agar tiap
elemen saling mendukung.
Menurut Kandinsky dalam (Josefin
et al., 2016), ilmu warna menjadi fondasi dalam menciptakan harmoni visual.
Pengetahuan ini membantu perupa menentukan penataan warna agar tidak hanya
berfungsi ekspresif tetapi juga estetis. Konsep yang dikemukakan Adi (2017)
memperjelas bahwa karakteristik warna mengarahkan bagaimana sebuah komposisi
dapat mencapai keseimbangan visual, sementara gagasan Kandinsky menegaskan
bahwa warna memiliki hubungan langsung dengan bentuk. Relasi inilah yang
menciptakan keselarasan antara objek dan warna dalam satu tampilan visual.
Warna-warna pokok additive dan subtractive
disusun ke dalam sebuah lingkaran warna, dimana warna pokok additive dan warna
pokok subtractive saling berhadapan atau berkomplemen. Berikut
adalah jenis-jenis warna berdasarkan beberapa bagian:
1. Warna Pokok Cahaya (Spektrum)Merah (Red), Hijau (Green), Biru
(Blue) Atau RGB yang disebut sebagai
Additive Color System.- Cahaya biru
(blue) dipadukan dengan cahaya merah (red) menghasilkan cahaya magenta.
- Cahaya
merah (red) dipadukan dengan cahaya hijau (green) menghasilkan cahaya kuning (yellow)
- Cahaya
hijau (green) dipadukan dengan cahaya biru (blue) mengasilkan cahaya sian (cyan).
- Cahaya biru
(blue) dipadukan dengan cahaya merah (red) dan cahaya hijau (green) menghasilkan cahaya putih jernih/bening/ cahaya terang siang hari.
2. Warna Pokok Cetak (Pigmen)Warna pokok bahan: sian
(cyan), Magenta, Kuning (Yellow), atau disebut CMY, yang disebut sbg Subtractive
Color System.- Kuning (Yellow) dicampur dengan Sian (Cyan) menghasilkan Hijau
(Green)
- Magenta dicampur dengan Kuning (Yellow) menghasilkan Jingga merah
(Orange)
- Sian (Cyan) dicampur dengan Magenta menghasilkan Ungu biru
(Violet)
- Kuning (Yellow) dicampur Magenta dan dicampur Sian (Cyan)
menghasilkan Hitam/ warna gelap.
3. Dimensi WarnaTerdapat tiga dimensi warna yang
sangat besar pengaruhnya terhadap tata rupa/ seni, yaitu : Hue, value, dan
chroma.
a. HueAtau rona, atau corak warna. Hue adalah rona warna atau corak warna, yaitu
karakteristik atau ciri khas sebagai identitas yang digunakan untuk membedakan
warna satu dengan yang lain, misalnya merah, biru, kuning, hijau, dll sehingga
hue adalah warna. Hue di dalamnya menyangkut mengenai klasifikasi warna dan
nama warna, Dalam klasifikasi warna ada warna primer, sekunder, intermediate,
tersier, dan kuarter. Dalam nama warna ada warna panas, dingin, dan hangat.
b. Value
Value adalah tonalitas kedalaman warna, yaitu dimensi mengenai terang-gelap warna, tua-muda warna, atau tentang ke-terang-an warna atau “lightness” karena adanya pengaruh cahaya. disebut juga tone/nada/nuansa, yaitu gelap terangnya suatu warna dengan perubahan ke gelap (hitam) yang disebut shade, dan ke terang (putih) yang disebut tint Perubahan warna pada value akan menghasilkan susunan warna monokromatik (monocrhomatic)
c. ChromaChroma adalah intensitas/kekuatan warna, yaitu dimensi
tentang cerah-redup warna, cemerlang-suram warna, murni-kotor warna atau
tentang kecerahan/ kejernihan/ “brightness” warna dan penyerapan warna
(saturation) yang menimbulkan kesuraman warnaDalam suatu karya, harmoni
visual dibangun melalui cara warna-warna tersebut dikomposisikan. Walaupun
secara teori perpaduan warna tersebut bersifat kontras karena tidak ada warna
intermediatif, struktur pola yang teratur membuat keseluruhan komposisi tetap
harmonis. Dengan demikian, harmoni visual tidak hanya bergantung pada
kesesuaian warna, tetapi juga pada bagaimana warna itu dihadirkan dalam tatanan
bentuk dan pola.
Warna juga menghasilkan harmoni
dan terdapat beberapa jenis, yaitu: 1. Warna HarmoniWarna Harmoni adalah 2-3 warna yangsaling berdekatan dalam lingkaran warna
sehingga mirip, disebut sebagai warna Analogus
2. Warna KontrasWarna Kontras adalah warna yang saling bersebarangan dalam lingkaran warna,
disebut warna Komplementer 3. Warna Kontras KomplementerKontras Komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan dalam lingkaran
warna
4. Warna Split KomplementerSplit Komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan dalam lingkaran
warna, tetapi menyimpang ke kiri atau ke kanan. 5. Warna Triad KomplementerTriad Komplementer adalah 3 warna yang letaknya membentuk segitiga dalam
lingkaran warna. Seperti yang ada di lingkaran warna berikut 6. Warna Tetrad KomplementerAtau warna dobel komplementer. 4 warna yang letaknya membentuk segi empat dalam
lingkaran warna
Referensi: Adi, G. B. (2017). Dampak
penggunaan warna panas dalam upaya branding suatu produk. PRODUCTUM Jurnal
Desain Produk (Pengetahuan Dan Perancangan Produk), 3(2), 58. https://doi.org/10.24821/productum.v3i2.16
23Josefin, A., Damajanti, I.,
& Irianto, A. J. (2016). Ketidaksadaran Kolektif Akan Warna dan Bidang.
Journal of Visual Art and Design, 8(1), 65. https://doi.org/10.5614/j.vad.2016.8.1.5Setyanto, D. W. (2023).
Penerapan Prinsip Nirmana Pada Penciptaan Karya Fotografi Makro. GESTALT,
5(2), 83–94. https://doi.org/10.33005/gestalt.v5i2.144Nur, D., & Paksi, F.
(n.d.). Warna dalam Dunia Visual | 90 Warna dalam Dunia Visual.
Redaktur:
TIM WEB PSR
Redaktur:
TIM WEB PSR