Sebagai mahasiswa
yang mempelajari seni rupa, memahami perbedaan antara lukisan dan gambar sangat
penting untuk mengasah kemampuan analisis dan apresiasi karya seni. Meskipun
keduanya adalah bentuk seni visual yang memukau, lukisan dan gambar sesungguhnya
mampu menghadirkan nuansa dan daya tarik yang berbeda. Perbedaan mendasar ini
tidak hanya terletak pada jenis bahan yang digunakan, tetapi juga pada filosofi
teknik pengerjaan serta tujuan ekspresi dari setiap karya.
Berikut perbedaan
dari lukisan dan gambar berdasarkan masing-masing kategorinya:
1. Media
Foto: Orang sedang melukis (Pinterest)
Lukisan umumnya
menggunakan media yang lebih kompleks dan “basah” seperti cat minyak, cat
akrilik, cat air, atau gouache, yang diaplikasikan pada permukaan seperti
kanvas, papan kayu, lembar seng, ataupun tembok. Karena menggunakan cat, proses
pengeringan, pencampuran warna, dan aplikasi lapisan menjadi bagian yang
esensial dan menantang dalam penciptaannya. Proses pengeringan yang bervariasi
secara signifikan dari cat minyak yang lambat mengering memungkinkan blending
yang panjang hingga cat akrilik yang cepat kering menuntut
kecepatan memengaruhi teknik dan ritme kerja seniman, memungkinkan eksplorasi
efek wet-on-wet atau layering bertahap. Pencampuran warna yakni seni
tersendiri yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang teori warna untuk
menciptakan nuansa, gradasi, dan harmoni yang tepat, baik itu di palet maupun
langsung di atas permukaan lukisan, guna mencapai kedalaman emosi dan realisme.
Sementara itu, aplikasi lapisan menjadi krusial untuk membangun dimensi,
tekstur, dan kedalaman visual, di mana setiap sapuan, baik itu glazing
transparan atau impasto tebal, berkontribusi pada interaksi cahaya dan bayangan
yang membentuk narasi visual secara bertahap. Keseluruhan manajemen atas
sifat-sifat unik media basah inilah yang mentransformasi pigmen sederhana
menjadi karya seni yang kaya akan ekspresi
dan kompleksitas visual.

Foto: Orang sedang menggambar (Dokumentasi internet)
Sedangkan gambar
dicirikan oleh penggunaan media kering yang memungkinkan interaksi
langsung antara seniman dan permukaan. Rangkaian media kering ini sangat
beragam, mencakup kekayaan nuansa yang ditawarkan oleh pensil grafit yang
presisi, goresan tegas dari pena dan tinta, kedalaman tekstur arang, vibrasi warna
pastel dan pensil warna, hingga sentuhan lembut kapur atau krayon. Semua media
ini diaplikasikan di atas berbagai permukaan datar yang absorptif atau
bertekstur, seperti kertas, papan gambar, atau karton, yang secara efisien
menerima jejak pigmen kering tersebut. Sifat langsung dari media gambar
inilah yang menjadi ciri khasnya; setiap goresan atau sapuan pigmen
meninggalkan jejak instan dan permanen, sehingga proses koreksi atau perubahan
memerlukan pendekatan yang berbeda.
2. Teknik
Adapun perbedaan
dari teknik melukis dan menggambar adalah sebagai berikut:
Teknik Melukis:
Teknik Plakat: biasanya digunakan dalam
melukis menggunakan cat akrilik, cat minyak, dan cat poster dengan cara
menorehkan ke kanvas secara tebal dan pekat sehingga terbentuk warna kontras
dan kesan kuat
Teknik Semprot: biasanya digunakan untuk
melukis di media tembok (mural) dengan cara menyemprotkan cat menggunakan cat
semprot atau spray gun
Teknik Aquarel: teknik yang biasanya
digunakan dengan media cat air, dengan cara menorehkan cat secara transparan.
Dalam teknik ini terdapat juga Teknik Glazing yakni teknik menorehkan cat
dengan cara menumpuk warna sehingga terjadi lapisan layer yang tebal dan
bercampur (bila warnanya berbeda) membentuk lapisan warna yang indah
Teknik Mix-Media: yakni teknik kombinasi
media atau teknik eksperimen menggunakan media yang berbeda dari cat.
Sedangkan
teknik yang ada di gambar meliputi:
Teknik Arsir: teknik ini menggunakan
teknik garis sejajar, silang, dan melengkung untuk menimbulkan kesan
gelap-terang, bayangan dan volume dalam gambar
Teknik Dusel: teknik ini berbeda dengan
arsir, di mana teknik ini lebih menggosokkan media gambar menggunakan bahan
halus seperti kapas atau tisu untuk menghasilkan gradasi yang halus.
Teknik Pointilis: teknik ini dilakukan
dengan cara menyusun titik-titik sehingga membentuk gambar secara keseluruhan.
Dengan memperhatikan jarak dan kepadatan di setiap titik akan menghasilkan
kesan gradasi dan bayangan dari gambar.
3. Tujuan
Lukisan banyak digunakan oleh seniman untuk
menyampaikan gagasan konseptual, emosi batin, kritik sosial, nilai estetika
atau simbolisme. Beberapa fungsi lukisan, antara lain:
- Ekspresi pribadi dan emosi
- Komunikasi ide atau narasi
- Kritik sosial, politik,
atau budaya
- Dekorasi interior atau
ruang pamer
- Dokumentasi budaya dan
sejarah
- Objek koleksi seni (dengan
nilai ekonomis)
Sedangkan gambar lebih banyak dipakai sebagai
media konseptual, ilustratif, ataupun praktis. Beberapa fungsi utamanya:
- Sketsa awal (preliminary
sketch) untuk lukisan, patung, desain
- Ilustrasi buku, majalah,
komik, media visual
- Dokumentasi ilmiah,
arsitektur, atau teknis
- Media komunikasi ide visual
secara cepat
- Latihan observasi dan
keterampilan artistik