Sengkuni 7 HARMONY International Art Exhibition Resmi Dibuka di FBS UNESA
SURABAYA, 13 November 2025 — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya kembali menghadirkan gelaran seni bertaraf internasional melalui Sengkuni 7: HARMONY International Art Exhibition, sebuah pameran yang mengusung semangat harmoni dalam keberagaman praktik seni kontemporer. Pameran ini berlangsung pada 13–17 November 2025 di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni, Kampus 2 UNESA, Lidah Wetan, Surabaya.
Acara pembukaan pameran (ceremonial) pada Kamis (13/11) dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FBS UNESA, Bapak Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd., Ph.D., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya ruang ekshibisi internasional seperti Sengkuni untuk memperkuat jejaring seni dan memperluas wawasan mahasiswa. Beliau juga mengapresiasi kerja keras panitia serta kontribusi para seniman dan kurator yang telah menghadirkan karya-karya lintas perspektif dalam satu ruang dialog.
Foto: Pembukaan PameranSengkuni 7: HARMONY International Art Exhibition
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Koordinator Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fera Ratyaningrum, S.Pd., M.Pd., serta Koordinator Program Studi Seni Rupa Murni, Dra. Indah Chrysanti Angge, M.Sn. Keduanya menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sengkuni 7 sebagai ajang penting bagi mahasiswa untuk memahami lanskap seni global, sekaligus memperlihatkan karakter keilmuan seni rupa UNESA yang terus bertumbuh.
Sebagai kurator, Dimas Tri Pamungkas juga memberikan sambutan yang menyoroti konsep besar “HARMONY”—perpaduan antara “harmony” dan ragam konteks visual yang muncul dari pertemuan budaya, medium, serta metode artistik seniman peserta. Ia menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya menampilkan karya visual, tetapi juga menyuguhkan gagasan tentang keseimbangan, negosiasi identitas, dan ruang dialog internasional dalam praktik seni kontemporer.
Sementara itu, ketua panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari civitas akademika FBS, para seniman peserta, sponsor acara, hingga mahasiswa yang berperan aktif dalam penyelenggaraan pameran. Ia berharap Sengkuni 7 dapat menjadi ruang belajar sekaligus inspirasi kreatif bagi seluruh pengunjung.
Pameran ini dibuka untuk umum dengan tiket masuk Rp15.000 (presale) dan Rp20.000 (on the spot), serta setiap pengunjung mendapatkan e-catalog dan wristband khusus. Setelah seremoni pada pukul 15.00 WIB, galeri dibuka untuk kunjungan publik pada sesi pertama pukul 18.00–20.30 WIB. Selama masa pameran tanggal 14–17 November, galeri dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 13.00–20.30 WIB.
Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Sengkuni 7 HARMONY International Art Exhibition kembali mempertegas posisi UNESA sebagai ruang produktif bagi perkembangan seni rupa kontemporer, baik di lingkup nasional maupun internasional.
Redaktur:
Tim WEB PSR UNESA
