Tim Ceria Studio UNESA Raih Finalis Ferbi 2026: Kolaborasi Lintas Generasi Mahasiswa dan Alumni Pendidikan Seni Rupa
Surabaya – Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Setelah sebelumnya tim dari UNESA-UM berhasil menembus 15 besar, kali ini giliran Ananda Iftitah, mahasiswa PSR angkatan 2023, bersama tim dari Ceria Studio yang juga berhasil menjadi Finalis 15 Besar dalam Lomba Mural Ferbi 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Tim yang terdiri dari Ananda Iftitah (UNESA), Agus Irwansyah (Owner Ceria Studio & Alumni UNESA), dan Baits Wahyu (Mentor Ceria Studio Ngawi) ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa aktif, alumni, dan praktisi seni mampu bersaing di kancah nasional. Kompetisi yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di Senayan, Jakarta, mempertemukan 150 tim dari seluruh Indonesia, dan tim Ceria Studio berhasil masuk dalam 15 besar yang bertanding secara live mural selama dua hari penuh.
Dari Magang Menuju Panggung Nasional
Perjalanan Ananda menuju Ferbi 2026 dimulai dari program magangnya di Ceria Studio. Selama kurang lebih 1 tahun menjadi Mentor Ceria Studio Surabaya, Ananda banyak belajar tentang pengajaran seni, face painting, hingga berbagai kompetisi seni.
"Awalnya saya sudah tertarik saat postingan Ferbi muncul di beranda Instagram saya, akan tetapi belum terbesit niat untuk mengikuti. Jarak 1 hari, Kak Agus menghubungi saya untuk mengikuti lomba tersebut."
Ajakan dari Agus Irwansyah, alumni Pendidikan Seni Rupa UNESA dan owner Ceria Studio, menjadi titik balik bagi Ananda untuk terjun dalam kompetisi mural nasional. Tim pun terbentuk dengan komposisi: Agus sebagai koordinator dan pengarah, Baits Wahyu sebagai mentor senior, dan Ananda sebagai perwakilan mahasiswa aktif.
Konsep "Budaya Nusantara Menyelamatkan Rupiah"

Dok. Pribadi Iftitah
Tim mengusung tema yang selaras dengan ketentuan penyelenggara "Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat". Karya mereka berjudul "Budaya Nusantara Menyelamatkan Rupiah" yang menggambarkan keberagaman Nusantara dalam memerangi serangan hoaks dan uang palsu.
"Karya tersebut menggambar beberapa karakter yang mewakili keberagaman Nusantara seperti karakter yang memakai adat Madura menaiki kuda lumping yang menggambarkan bahwa dalam memerangi serangan hoaks uang palsu tidak membedakan ras, suku, maupun budaya."
Beberapa elemen penting dalam mural mereka:
- Karakter berkuda lumping (Madura) sebagai simbol semangat melawan hoaks
- Sinden yang menyampaikan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)
- Gapura sebagai gerbang penjagaan dari sebaran hoaks uang palsu
Tema ini dipilih dengan alasan menyampaikan pesan melalui pengenalan budaya pada karakter dan kebhinekaan, sehingga pesan dapat diterima oleh segala kalangan.
Keunikan Gaya Ceria Studio
Apa yang membuat karya tim ini istimewa di antara 15 finalis lainnya?
"Karya tim kami memiliki ciri khas tersendiri yang dapat dilihat dari karakter yang digunakan. Karya kami menggunakan karakter dari Kak Agus Irwansyah yang juga menjadi jenis karakter yang digunakan di Ceria Studio. Selain ciri khas pada karakter, karya kami menggunakan ciri khas lain Ceria Studio seperti awan lengkung ceria, dan warna-warna ceria (ungu, pink, biru, oren)."
Tantangan di Senayan
Selama dua hari bertanding live di Senayan, tim menghadapi berbagai tantangan:
- Waktu pengerjaan yang terbatas
- Persiapan alat, termasuk cat yang tidak lolos scan bandara
- Tekanan kompetisi dari peserta lain yang merupakan muralist profesional
"Tantangan terbesar kami ada pada tekanan kompetisi peserta lain yang telah menjadi finalis memiliki art style dan keahlian yang berbeda-beda, tentunya sangat luar biasa. Berkompetisi dengan peserta seperti mereka menjadi tantangan terbesar kami."
Namun, di balik tantangan, tim justru menemukan momen berharga:
"Momen silahturahmi pertemanan antar tim yang sangat berkesan saat kami bertukar cerita dengan tim lain. Saya sendiri memiliki beberapa teman baru selama kompetisi, mereka berasal dari ISI Denpasar, ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, seorang seniman Bali, dan mahasiswa Poltekkes Bali."
Pengalaman Magang yang Membekali
Ananda mengakui bahwa pengalaman magangnya di Ceria Studio menjadi bekal berharga dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.
"Selama menjalani program magang di Ceria Studio saya tidak hanya mengajar gambar bercerita, tetapi juga jenis karya lainnya seperti melukis. Sehingga pada saat saya memutuskan mengikuti kompetisi mural, saya memiliki keyakinan bahwa saya pasti bisa."
Ia juga mendapat banyak pengetahuan baru, relasi, dan pengalaman kerja nyata. Bahkan, ia sering melakukan job face painting selama magang, yang membuatnya semakin percaya diri di dunia seni rupa.
Pelajaran Berharga
Dari pengalaman ini, Ananda menyampaikan pesan yang mendalam:
"Moment paling spesial bagi saya dan tim adalah setelah puncak acara selesai, kami melakukan evaluasi hasil bersama tanpa ada unsur merendahkan. Kami berharap ke depannya kami dapat berpartisipasi di ajang kompetisi lain dan terus mengembangkan ilmu di bidang Seni Rupa."
Pesan untuk Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA

Dok. Pribadi Iftitah
Bagi mahasiswa Pendidikan Seni Rupa yang ingin mengikuti kompetisi serupa, Ananda memberikan saran:
"Manfaatkan stiap kesempatan magang dan pengalaman di luar kampus. Ceria Studio telah membuka banyak pintu bagi saya, dari magang hingga kompetisi nasional. Jangan takut untuk mencoba, karena setiap pengalaman adalah proses belajar yang berharga."
Penutup
Dengan tambahan prestasi ini, Prodi S1 Pendidikan Seni Rupa UNESA kini memiliki dua tim finalis dalam ajang Ferbi 2026. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan alumni Pendidikan Seni Rupa UNESA memiliki kualitas yang diakui di tingkat nasional.
Selamat untuk Ananda Iftitah, Agus Irwansyah, dan Baits Wahyu! Terus berkarya dan menginspirasi! 🎨🏆
Informasi Kompetisi:
- 📅 Tanggal: 15–16 Agustus 2026
- 📍 Lokasi: Senayan, Jakarta
- 🏛️ Penyelenggara: Bank Indonesia (Ferbi 2026)
- 🎯 Pencapaian: Finalis 15 Besar
- 👥 Tim: Ananda Iftitah (UNESA), Agus Irwansyah (Alumni UNESA/Owner Ceria Studio), Baits Wahyu (Mentor Ceria Studio Ngawi)