Menggoreskan Mimpi di Senayan: Tim UNESA-UM Raih Finalis 15 Besar Lomba Mural Ferbi 2026
Surabaya – Sebuah kisah inspiratif datang dari tiga mahasiswa Pendidikan Seni Rupa yang berhasil menembus babak final kompetisi mural bergengsi tingkat nasional. Tim yang terdiri dari Dewi Ihza Fitriani (PSR UNESA 2023), Azza Fariha Kamila (PSR UM 2023), dan Nur Mufidatul Auliya (PSR UNESA 2024) ini berhasil menjadi Finalis 15 Besar dalam Lomba Mural Ferbi 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Kompetisi yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di Senayan, Jakarta, ini mempertemukan 150 tim dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 15 tim terbaik yang terpilih untuk bertarung secara langsung dalam sesi live mural selama dua hari penuh. Di bawah bimbingan Ibu Kartika Herlina Candraning Shiam, S.Pd., M.Pd. , dosen Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa UNESA, tim ini berhasil menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya di panggung nasional.
Terbentuk dari Ketidaksengajaan

Dok. Tim Ihza
Cerita terbentuknya tim ini berawal dari sebuah momen yang tidak terduga. Ketua tim, Dewi Ihza Fitriani, sedang dalam masa detoksifikasi media sosial. Namun, dari sekian banyak notifikasi yang muncul, satu story Instagram menarik perhatiannya.
"Singkatnya, detoks medsos adalah tindakan untuk berhenti atau mengurangi penggunaan media sosial dalam waktu tertentu. Pada waktu itu, Ihza hanya membuka 3 Instagram stories di awal. Kebetulan, story ketiga berisi iklan lomba mural dari Bank Indonesia yang dirasa cocok untuk diikuti dan diusahakan."
Dari momen itu, Ihza mengajak teman mural dan belajar seninya dari kampus lain, Azza Fariha Kamila dari Universitas Negeri Malang. Untuk melengkapi tim, dosen pembimbing Ibu Kartika mengusulkan satu anggota lagi, yaitu Nur Mufidatul Auliya. Dengan deadline yang singkat, mereka langsung bergerak cepat.
Konsep "Nusantara di Genggaman Rupiah"

Dok. Tim Ihza
Tim mengusung tema yang selaras dengan ketentuan penyelenggara: "Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat". Dari tiga pesan utama yang disediakan Bank Indonesia, mereka memilih pesan "Kenali Ciri Keaslian Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)".
Karya mereka berjudul "Nusantara di Genggaman Rupiah", menceritakan perjalanan tiga anak bangsa dari beragam suku Indonesia dalam satu bahtera perahu. Tiga figur utama dalam mural disimbolkan sebagai pesan utama untuk mengetahui keaslian rupiah:
- Pemuda berbusana Melayu mempraktikkan Diraba melalui fitur intaglio (blind code ramah disabilitas netra), divisualisasikan dengan tanda // di tepi mata uang yang juga terefleksi pada pipinya.
- Pemuda berkostum Papua divisualisasikan sebagai Diterawang, menunjukkan fitur Watermark, Electrotype, dan Rectoverso.
- Gadis Nusantara di barisan depan mempraktikkan Dilihat melalui Benang Pengaman berpola batik Kawung yang dinamis dan tinta Colour Shifting (OVMI) bunga anggrek pada hiasan rambutnya.
Persiapan dan Strategi Matang
Meskipun waktu persiapan singkat, tim membagi tugas dengan maksimal. Pengerjaan sketsa dimulai H-2, konsultasi dan revisi desain dilakukan H-1, dan pewarnaan serta submit karya dilakukan pada Hari-H sebelum penutupan pukul 24.00.
"Kami membagi proses pengerjaan menjadi beberapa bagian untuk diambil alih tanggung jawabnya pada masing-masing anak. Strategi yang telah dibuat adalah latihan menggambar sesuai dengan desain sebelum hari pelaksanaan, karena kami bertiga menyadari jika gaya style setiap orang berbeda."
Sebagai ketua tim, Ihza melakukan koordinasi intensif melalui group call untuk meningkatkan bonding antar tim. Mereka juga mendiskusikan pencampuran warna dan pembelian cat secara mandiri, mengingat beberapa pigmen warna sulit didapatkan.
Tantangan di Senayan
Di hari pelaksanaan, tantangan terbesar adalah durasi waktu. Hanya 8 jam pengerjaan per hari (termasuk waktu istirahat) untuk media berukuran 2,5 x 2 meter terasa sangat singkat.
"Warna dasar ada yang belum diselesaikan pada hari pertama, sehingga kami harus lebih banyak menyesuaikan diri di hari kedua."
Tekanan kompetisi juga terasa dari 14 tim finalis lainnya yang sudah sangat profesional. Namun, tim memandang ini sebagai pengalaman berharga.
"Masuk 15 besar tim yang telah ditentukan juri yang terdiri dari dosen IKJ dan 2 seniman berbakat lain, serta bertemu dengan tim profesional lainnya merupakan sebuah kehormatan bagi para mahasiswa yang masih mempunyai jalan yang panjang."
Pengalaman Paling Berkesan
Bagi tim, pengalaman ini membuka wawasan baru tentang Indonesia:
"Menambah perspektif wawasan negara Indonesia dengan cara mengetahui proses pembuatan uang, pendistribusian, sejarah, dll. Mengetahui bagaimana mencintai dan melestarikan kebudayaan melalui festival rakyat yang diberikan Bank Indonesia secara gratis sebagai upaya pembelajaran di masyarakat."
Pelajaran Berharga
Dari pengalaman ini, Ihza menyampaikan pesan yang mendalam:
"Menjadi pribadi resilience merupakan kunci untuk terus mau berusaha. Hasil karya terbaik yang kita dapatkan hari ini bukanlah hasil latihan yang singkat atau sehari semalam, namun merupakan proses pembelajaran yang terjadi secara berulang sebelumnya."
Pesan untuk Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA
Di akhir wawancara, Ihza memberikan pesan inspiratif:
"Bagi adik-adik yang ingin mengikuti kompetisi FERBI ke depannya, diharapkan untuk mulai bersiap merancang desain ilustrasi yang unik dan otentik. Pemilihan anggota tim dan kesiapan setiap anggota juga diperlukan untuk membagi tugas supaya pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan yang telah ditentukan."
"Bersikap rendah hati dan jangan mudah membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang mempunyai garis start yang tidak sama. Kita datang dengan jam terbang dan pemikiran yang berbeda."
Penutup

Dok. Tim Ihza
Perjalanan Tim UNESA-UM di ajang Ferbi 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Seni Rupa memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah nasional. Dengan kerja sama lintas kampus, bimbingan dosen yang tepat, dan semangat pantang menyerah, mereka berhasil mengukir prestasi yang membanggakan.
Selamat untuk Dewi Ihza Fitriani, Azza Fariha Kamila, dan Nur Mufidatul Auliya! Terus berkarya dan menginspirasi! 🎨🏆
Informasi Kompetisi:
- 📅 Tanggal: 15–16 Agustus 2026
- 📍 Lokasi: Senayan, Jakarta
- 🏛️ Penyelenggara: Bank Indonesia (Ferbi 2026)
- 🎯 Pencapaian: Finalis 15 Besar
- 👥 Tim: Dewi Ihza Fitriani (UNESA), Azza Fariha Kamila (UM), Nur Mufidatul Auliya (UNESA)
- 👩🏫 Dosen Pembimbing: Kartika Herlina Candraning Shiam, S.Pd., M.Pd.