Mengajar di Negeri Gajah Putih: Pengalaman PLP Internasional Evelina Ulya Al Fatah di Songkhla, Thailand
Surabaya – Di tengah hiruk-pikuk semester genap, sebuah kisah inspiratif datang dari salah satu mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Evelina Ulya Al Fatah, mahasiswa angkatan 2023, baru saja menyelesaikan program Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional di Songkhla, Thailand. Program yang berlangsung selama dua bulan (31 Januari – 31 Maret 2026) ini menjadi pengalaman perdana Evelina dalam mengajar di luar negeri sekaligus memperluas wawasan pendidikan globalnya.
PLP Internasional sendiri merupakan program mobilitas akademik yang dirancang UNESA untuk memberikan pengalaman nyata mengajar di lingkungan internasional bagi mahasiswa program studi kependidikan. Program ini menjadi bagian dari komitmen UNESA dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berwawasan global.
Mengapa Thailand?

Dok. Arsip Pribadi Evelina Ulya Al Fatah
Thailand, khususnya wilayah Songkhla di Thailand Selatan, telah menjadi mitra strategis UNESA dalam program PLP internasional sejak 2021. Kerja sama antara Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA dan Dinas Pendidikan Songkhla telah membuka jalan bagi puluhan mahasiswa untuk merasakan pengalaman mengajar di sekolah-sekolah setempat. Evelina sendiri ditempatkan di Tessaban 1 Ban Sadao School, sebuah sekolah dasar di Songkhla yang menjadi lokasi praktik mengajarnya selama dua bulan.
Rasa Ingin Tahu yang Membawa ke Negeri Gajah Putih
Apa yang mendorong Evelina untuk terbang ke Thailand? Jawabannya sederhana namun mendalam: rasa ingin tahu.
"Yang mendorong saya mengikuti PLP Internasional adalah rasa ingin tahu. Saya ingin melihat secara langsung bagaimana anak-anak di negara lain belajar, sekaligus bagaimana seorang guru beradaptasi di lingkungan yang benar-benar baru. Sebagai mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, saya juga penasaran apakah seni dan aktivitas kreatif bisa menjadi jembatan ketika bahasa menjadi keterbatasan. Pengalaman di Thailand akhirnya menjawab rasa penasaran itu dan membuat saya semakin yakin bahwa belajar dapat terjadi di mana saja."
Dengan bekal mental dan pikiran terbuka, Evelina berangkat ke Thailand. Ia melatih kemampuan bahasa Inggris, mempelajari budaya dan kebiasaan setempat, serta membayangkan berbagai situasi yang mungkin dihadapi saat mengajar.
Mengajar Anak Usia Dini dengan Kreativitas

Dok. Arsip Pribadi Evelina Ulya Al Fatah
Selama PLP, Evelina bertugas mengajar Bahasa Inggris untuk peserta didik Kindergarden 3 (anak usia dini). Mengajar anak-anak kecil tentu memiliki tantangan tersendiri, tetapi Evelina menemukan cara untuk membuat pembelajaran menyenangkan.
"Karena mengajar anak usia dini, saya banyak memadukan pembelajaran dengan lagu, permainan, cerita, dan aktivitas kreatif agar anak-anak dapat belajar dengan lebih antusias."
Sebagai mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Evelina memanfaatkan kemampuannya dalam aktivitas kreatif untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Seni menjadi bahasanya saat kata-kata belum cukup.
Perbedaan Pendidikan: Thailand vs Indonesia
Selama dua bulan di Thailand, Evelina merasakan beberapa perbedaan mencolok antara sistem pendidikan di Thailand dan Indonesia.
"Salah satu perbedaan yang paling saya rasakan adalah bagaimana sekolah menjadi bagian dari rutinitas harian anak secara menyeluruh. Selain mengikuti pembelajaran di kelas, mereka juga terbiasa mengikuti upacara pagi, minum susu bersama, makan siang, menggosok gigi, hingga tidur siang sebelum melanjutkan pembelajaran. Rutinitas tersebut dijalankan dengan tertib dan konsisten setiap hari."
Baginya, hal ini menunjukkan bahwa sekolah di Thailand tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan disiplin, kemandirian, dan kebiasaan baik sejak usia dini.
Tantangan Bahasa dan Cara Mengatasinya

Dok. Arsip Pribadi Evelina Ulya Al Fatah
Tantangan terbesar yang dihadapi Evelina adalah perbedaan bahasa. Tidak semua anak memahami bahasa Inggris, sementara Evelina juga belum bisa berbahasa Thailand.
"Untuk mengatasinya, saya mulai belajar beberapa kosakata Thailand yang sering digunakan di kelas, menggunakan bahasa Inggris yang lebih sederhana, serta memanfaatkan gerakan, ekspresi, dan berbagai aktivitas kreatif agar anak-anak lebih mudah memahami materi. Saya juga banyak mengamati cara belajar dan kebiasaan mereka agar dapat menyesuaikan pembelajaran dengan lebih baik."
Dengan kesabaran dan kreativitas, Evelina perlahan-lahan mampu menjembatani kesenjangan bahasa.
Hubungan Hangat yang Terjalin
Di antara semua pengalaman, satu hal yang paling berkesan bagi Evelina adalah hubungan hangat yang ia bangun dengan anak-anak selama dua bulan mengajar di Thailand.
"Meskipun kami dari latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda, seiring berjalannya waktu kami mulai saling memahami melalui keseharian di sekolah dan berbagai aktivitas di kelas. Pengalaman itu menjadi salah satu hal yang paling saya syukuri selama mengikuti PLP Internasional."
Momen-momen sederhana seperti tawa bersama, bernyanyi, dan bercerita menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Pelajaran Berharga: Keluar dari Zona Nyaman
Bagi Evelina, PLP Internasional bukan sekadar program wajib, tetapi pengalaman yang mengubah cara pandangnya tentang dunia pendidikan.
"Pelajaran paling berharga yang saya peroleh adalah bahwa banyak hal baru yang hanya bisa dipahami ketika kita keluar dari zona nyaman. Pengalaman mengajar di lingkungan dengan bahasa dan budaya yang berbeda membuat saya belajar untuk lebih terbuka, serta menyadari bahwa menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang memahami setiap anak dan terus belajar bersama mereka."
Pesan untuk Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa
Di akhir wawancara, Evelina menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA yang ingin mengikuti program PLP Internasional:
"Jika memiliki kesempatan, jangan ragu untuk mengikuti PLP Internasional. Program ini bukan tentang menjadi yang paling siap, tetapi tentang kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Persiapkan diri sebaik mungkin, terutama kemampuan berbahasa dan pemahaman budaya, tetapi jangan takut jika masih merasa belum sempurna. Datanglah dengan pikiran terbuka, karena setiap pengalaman, tantangan, dan perbedaan yang ditemui akan menjadi kesempatan untuk belajar."
Penutup
Kisah Evelina Ulya Al Fatah adalah bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA mampu bersaing dan beradaptasi di kancah internasional. Dengan semangat belajar, keberanian keluar dari zona nyaman, dan kreativitas tanpa batas, ia telah membawa nama baik prodi, fakultas, dan universitas di tingkat global.
Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak mengenal batas negara. Seperti yang Evelina rasakan, belajar dapat terjadi di mana saja – dan seni adalah bahasa universal yang menghubungkan kita semua. 🌏🎨
Informasi Program:
- 📅 Periode: 31 Januari – 31 Maret 2026
- 📍 Lokasi: Tessaban 1 Ban Sadao School, Songkhla, Thailand
- 👩🏫 Peserta: Evelina Ulya Al Fatah (S1 Pendidikan Seni Rupa, Angkatan 2023)
- 🏛️ Program: PLP Internasional UNESA