Menembus Batas: Devalino Hizkia Pradipta dan Pengalaman UGSMA 2026 di Korea Selatan
Surabaya – Pengalaman bertukar pelajar ke luar negeri menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa yang ingin memperluas wawasan akademik dan budaya. Salah satunya adalah Devalino Hizkia Pradipta, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang berhasil mengikuti program UGSMA 2026 (UNESA Global Student Mobility Award) di Saekyung University, Korea Selatan selama satu bulan.
Program UGSMA merupakan inisiatif UNESA untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa merasakan pengalaman belajar di perguruan tinggi mitra di luar negeri. Devalino menjadi salah satu mahasiswa Pendidikan Seni Rupa yang terpilih untuk mengikuti program ini, membawa nama baik prodi dan universitas di kancah internasional.
Motivasi: Melihat Perspektif Baru

Dok. Arsip Pribadi Devalino Hizkia Pradipta
Apa yang mendorong Devalino untuk terbang ke Korea Selatan? Baginya, ini adalah kesempatan untuk melihat perspektif baru terhadap pendidikan di salah satu negara maju.
"Saya ingin melihat perspektif baru terhadap pendidikan di salah satu negara maju. Saya juga ingin melihat bagaimana negara maju tapi tetap bisa mempertahankan identitas lokalnya tapi tetap mendunia."
Motivasi ini menjadi pendorong kuat baginya untuk mempersiapkan diri secara matang, mulai dari belajar bahasa Korea (hangul) secara otodidak, menyiapkan dokumen, hingga persiapan mental menghadapi kemungkinan tantangan di negeri orang.
Persiapan Matang Sebelum Berangkat
Devalino tidak berangkat dengan tangan kosong. Ia melakukan berbagai persiapan:
- Belajar dan menghafal hangul dengan membeli buku otodidak
- Menyiapkan dokumen termasuk TEP (Tes Efisiensi Bahasa) dan paspor
- Finansial dengan memastikan rekening bank aktif dengan nominal minimal 5 juta rupiah
- Mental anti-rasisme, siap menghadapi berbagai kemungkinan
"Setidaknya 5 bulan sebelum berangkat, pastikan punya rekening bank yang aktif digunakan transaksi dengan nominal minimal 5 juta di dalamnya. Sangat disarankan di bank yang bisa urus rekening koran maksimal 1 minggu (saya hampir tidak berangkat karena hal ini)."
Kegiatan Akademik di Saekyung University

Dok. Arsip Pribadi Devalino Hizkia Pradipta
Selama satu bulan di Saekyung University, Devalino mengikuti berbagai kegiatan akademik yang beragam:
- Bahasa Korea (tingkat 2)
- Belajar memasak kuliner Korea
- Taekwondo
- Pelatihan polisi (menembak)
- Perlindungan hukum imigran Korea Selatan
Kegiatan-kegiatan ini memberinya pengalaman yang tidak hanya akademik tetapi juga praktis dan menyenangkan.
Wawasan Seni dan Budaya Korea
Sebagai mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Devalino mendapatkan wawasan menarik tentang bagaimana seni dan budaya Korea bisa maju dan berkembang.
"Segala bentuk seni dan budaya Korea bisa maju dan berkembang, tidak hanya karena menjaga kearifan mereka saja. Namun juga membuat kebijakan dengan sistem dan model bisnis yang saling mendukung."
Ia memberikan contoh konkret saat mengunjungi Gyeongbokgung Palace:
"Untuk turis reguler dikenakan biaya masuk. Namun jika menggunakan atau rental hanbok, maka masuk palace jadi gratis. Hal ini mendukung 3 hal: Pelestarian pakaian hanbok, peningkatan usaha lokal (rental hanbok), secara tidak langsung membuat pengunjung merasa 'ikut' dengan budaya Korea."
Baginya, pengelolaan "nilai" tidak hanya tentang nilai finansial, tetapi juga nilai budaya.
Perbedaan Sistem Pembelajaran
Devalino juga merasakan perbedaan mencolok dalam sistem pembelajaran di Korea Selatan dibandingkan Indonesia.
"Terutama untuk kelas Korea, setiap sebelum melakukan pelajaran, akan diberikan kertas pre-test (tidak mempengaruhi nilai) dalam batas waktu. Lalu di cek bersama-sama, lalu membahas materinya."
Metode istirahat dosen di Saekyung juga berbeda:
"Dalam satu sesi, akan terdapat banyak sekali istirahat kecil (sekitar 5 menit). Lalu istirahat 'lama', lalu masuk sesi 2 dengan istirahat kecil. Gaya istirahat ini belum pernah saya rasakan di Indonesia, dan secara pribadi memberi waktu cukup membuat pikiran saya segar. Rasanya seperti memencet tombol 'refresh' di website."
Tantangan dan Cara Mengatasinya
Tantangan terbesar yang dihadapi Devalino adalah bahasa. Tidak banyak orang di Korea yang bisa berbahasa Inggris, termasuk dosen.
"Tentu saya telah hafal sebagian besar huruf hangul, tapi grammarnya cukup sulit. Ditambah lagi saya mendapat kelas Bahasa Korea tingkat 2."
Ia mengatasi tantangan ini dengan menggunakan live translate dan bantuan dari senior yang lebih mahir berbahasa Korea.
Pengalaman Paling Berkesan

Dok. Arsip Pribadi Devalino Hizkia Pradipta
Devalino sangat terkesan dengan keramahan orang-orang yang ditemuinya di Korea.
"Semua orang-orang yang kami temui sangat baik (saya sudah bersiap akan di-rasis). Hospitalitynya sangat baik dari Saekyung."
Yang paling menyadarkannya adalah bagaimana suatu negara dapat maju:
"Satu negara kompak untuk memiliki tujuan kualitas SDM yang bagus. Juga fasilitas umumnya sangat rapi."
Pelajaran Berharga
Dari pengalaman UGSMA 2026 ini, Devalino mendapatkan pelajaran berharga:
"Segala hal ada kemungkinan dapat dicapai jika ada niat dan eksekusi yang kuat. Juga, sebagai orang yang beradab, kita menerima apa yang kita berikan pada orang lain."
Pesan untuk Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa
Devalino membagikan tips dan saran bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program pertukaran seperti UGSMA:
- Finansial – Pastikan rekening bank aktif dengan nominal minimal 5 juta. Hindari bank Jago untuk urusan rekening koran.
- Bahasa – Setidaknya bisa dan hafal baca aksara hangul.
- Dokumen – Paspor harus langsung siap sebelum daftar UGSMA.
- Inisiatif – Datang ke kantor internasional untuk bertanya info atau cek media sosial kampus.
"Jika memang ingin berurusan dengan hal internasional di kampus, secara inisiatif datang ke kantor internasional untuk bertanya info. Atau info lanjutan dari yang sudah di-up di sosial medianya."
Penutup
Perjalanan Devalino Hizkia Pradipta dalam program UGSMA 2026 di Korea Selatan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA. Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman, kesiapannya menghadapi tantangan, dan kemampuannya mengambil pelajaran dari setiap pengalaman adalah modal berharga untuk masa depan.
Semoga pengalaman ini memotivasi mahasiswa lain untuk berani bermimpi dan melangkah ke kancah internasional. 🌏🇰🇷🎨
Informasi Program:
- 📅 Periode: 2026 (1 bulan)
- 📍 Lokasi: Saekyung University, Korea Selatan
- 👨🎓 Peserta: Devalino Hizkia Pradipta (S1 Pendidikan Seni Rupa)
- 🏛️ Program: UGSMA 2026 (UNESA Global Student Mobility Award)