Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA Semester 4 Rampungkan Film Dokumenter "Dakon: Antara Ingatan dan Realitas"
Surabaya – Lima mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) semester 4 berhasil merampungkan sebuah film dokumenter dalam waktu tiga minggu. Film berjudul "Dakon: Antara Ingatan dan Realitas" ini mengangkat tema tentang sejauh mana masyarakat masa kini masih memahami dan mengenal permainan tradisional Dakon atau Congklak.
Film "Dakon: Antara Ingatan dan Realitas" dapat disaksikan melalui kanal YouTube:
(Dok. Seru!media 2026)
Tim produksi digawangi oleh Hani Nur Aizah sebagai Sutradara, Zulfa Nur Fadillah sebagai Producer, Nayla Zakiyah Fuadah sebagai Cameramen, Airin Maulidah Fatimah sebagai Penulis Naskah, dan Isnaini Maulid Aprilia sebagai Editor. Mereka menjalani proses produksi yang padat, mulai dari riset lapangan, pengambilan gambar, hingga penyuntingan, selama tiga pekan penuh.
Menangkap Persepsi Masyarakat Lintas Generasi
Berbeda dengan film dokumenter pada umumnya yang fokus pada sejarah atau cara main, film ini justru menyoroti sisi lain: pemahaman dan ingatan masyarakat kontemporer terhadap Dakon. Tim melakukan wawancara lintas usia—dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa—untuk menangkap sejauh mana permainan ini masih membekas di ingatan kolektif.
Dalam naskah yang ditulis Airin Maulidah Fatimah, adegan wawancara menjadi tulang punggung cerita. Penonton diajak menyaksikan beragam respons: ada yang masih hafal cara bermain, ada yang hanya pernah mendengar namanya, bahkan tak sedikit yang sama sekali tidak mengenalnya. Keragaman jawaban ini menjadi cermin bagaimana modernitas telah menggeser ruang permainan tradisional dari keseharian anak-anak Indonesia.

(Dok. Seru!media 2026)
Proses Kreatif Tiga Minggu
Dengan waktu yang sangat terbatas, tim yang diproduseri Zulfa Nur Fadillah harus bekerja ekstra keras. Sutradara Hani Nur Aizah memimpin jalannya pengambilan gambar di beberapa lokasi, mengarahkan talent, dan memastikan setiap scene sesuai dengan konsep yang telah dirancang.
Nayla Zakiyah Fuadah sebagai cameramen bertugas menangkap visual yang tidak hanya informatif tetapi juga artistik. Beberapa scene dalam film menunjukkan permainan cahaya dan komposisi yang matang, seperti pengambilan gambar papan dakon dari berbagai sudut serta ekspresi narasumber saat menjawab pertanyaan. Sementara Isnaini Maulid Aprilia sebagai editor merangkai puluhan jam footage menjadi sebuah narasi utuh yang runtut dan menyentuh.
Antara Harapan dan Kenyataan
Salah satu kekuatan film ini terletak pada penggambaran kontras antara kehangatan masa lalu dan dinamika era digital. Adegan anak-anak yang asyik dengan gawai mereka menjadi pembanding yang tajam dengan adegan anak-anak yang antusias saat diajak memainkan dakon. Film juga menyisipkan pertanyaan reflektif di akhir: "Di Tengah Perkembangan Teknologi, Apakah Permainan Tradisional Seperti Dakon Akan Tetap Bertahan?" Sebuah ajakan bagi penonton untuk merenungkan tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya.
Apresiasi dan Harapan

(Dok. Seru!media 2026)
Karya ini membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNESA, bahkan di tingkat semester 4, mampu menghasilkan produk kreatif yang bermutu dan relevan secara sosial. Proyek film dokumenter ini menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan di bidang produksi media, yang kelak akan sangat berguna saat mereka menjadi pendidik seni yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kredit Tim Produksi:
- Sutradara: Hani Nur Aizah
- Producer: Zulfa Nur Fadillah
- Cameramen: Nayla Zakiyah Fuadah
- Penulis Naskah: Airin Maulidah Fatimah
- Editor: Isnaini Maulid Aprilia
Dosen Pengampu: Kartika Herlina Candraning Shiam, S.Pd., M.Pd.