FBS UNESA Ikuti Wawancara Zona Integritas Menuju WBK, Perkuat Komitmen Tata Kelola Bersih dan Pelayanan Berkualitas
Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa (PSR) turut mendukung partisipasi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam tahapan Wawancara Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan lanjutan dari proses Desk Evaluation sebagai bagian dari penilaian pembangunan Zona Integritas di lingkungan FBS UNESA.
Proses wawancara dipandu oleh Tim Evaluator Kementerian PANRB yang melakukan pendalaman terhadap implementasi enam area perubahan Reformasi Birokrasi. Selain itu, evaluator juga menilai kualitas pelayanan publik, inovasi layanan, efektivitas sistem pengawasan, serta dampak pembangunan Zona Integritas terhadap peningkatan tata kelola organisasi di lingkungan fakultas.
Pada sesi pembukaan, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., memaparkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dikembangkan FBS dalam membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. Berbagai langkah transformasi yang disampaikan meliputi digitalisasi layanan akademik, penguatan manajemen risiko berbasis SMART, optimalisasi Sistem Pengendalian Intern (SPI), pengembangan inovasi pelayanan publik, hingga pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai indikator peningkatan kualitas kinerja institusi.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi wawancara dan diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Dalam sesi tersebut, tim evaluator menggali implementasi pembangunan Zona Integritas mulai dari aspek manajemen perubahan, penataan tata laksana, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, pengawasan internal, hingga peningkatan mutu pelayanan publik. Berbagai inovasi yang telah diterapkan FBS juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FBS menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berorientasi pada pencapaian predikat WBK, tetapi merupakan komitmen jangka panjang untuk membangun budaya organisasi yang berintegritas.
"Zona Integritas bukan sekadar target memperoleh predikat WBK, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membangun tata kelola fakultas yang bersih, profesional, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan yang telah dikembangkan di lingkungan FBS, seperti digitalisasi pelayanan akademik melalui SIYAP 24, sistem aduan sarana dan prasarana SIASAR, layanan pengaduan masyarakat melalui Whistle Blowing System (WBS), penguatan manajemen risiko melalui SIMARKO, penerapan budaya anti-gratifikasi, serta peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Pembangunan Zona Integritas di lingkungan FBS juga selaras dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). Peningkatan mutu layanan akademik mendukung terwujudnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sementara penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi kontribusi terhadap SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Di sisi lain, penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra juga menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sebagai bagian dari Fakultas Bahasa dan Seni, Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa mendukung penuh implementasi pembangunan Zona Integritas melalui penguatan budaya kerja yang profesional, peningkatan kualitas layanan akademik, serta komitmen untuk terus menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika maupun masyarakat. Diharapkan, seluruh praktik baik yang telah dibangun dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.